Showing posts with label Kenangan Lampau. Show all posts
Showing posts with label Kenangan Lampau. Show all posts

Friday, 21 September 2012

Bicara Hatiku Buat Kalian ♥




Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum :)
Hello


Gambar dari Incik Gugel


Ibu...Abah...boleh aku bertanya..

Khabar mu disana, tersenyumkah kalian melihat aku disini, atau kalian berhiba

Tika ini hatiku berhiba mengingati kalian berdua

Sayu menujah-nujah diriku

Sepi dan rindu memenuhi segenap ruang dalam jiwaku

Ibu...Abah...

Sayu, hiba, dan rindu menjadi lagu setia diriku kini

Namun bicara yang pernah kalian titipkan dalam hidupku

Lebih membuat aku sedar diri

Ya, kata kalian

Bila mana aku merasa keseorangan tidak punya siapa-siapa selain Allah

Maka Allah itu lebih dari mencukupi dari semuanya.....

Terima Kasih wahai Ibu tersayang

Terima Kasih wahai Abah tercinta

Semoga DIA juga mencintai kita

Al-Fatihah

by : Me

Monday, 23 April 2012

Cerita Di Suatu Hari

Bonda,
Aku masih ingat kejadian itu
Tika kakiku tidak mampu menapak menuju kearah mu
Hanya mata melotot terbungkam
Melihat semua yang sedang berlaku didepan mata
Ingin aku terus berlari menuju kearahmu bonda
Namun aku hanya mampu berdiri disitu
Dengan nafas yang ditahan-tahan
Persoalanan yang memenuhi minda
Sungguh menyesakkan...

Bonda,
Ketahuilah olehmu betapa pedih hatiku
Tika saat itu harus ku lalui jua
Aku tidak berdaya untuk melihatmu
Ketakutan sedang menyiat-nyiat setiap batang tubuhku
Dari kejauhan disaat kau masih melemparkan senyuman
Aku tidak pernah mengetahui bahkan tidak akan tahu
Saat itu Izrail mengambil nyawamu
Bonda pemergianmu, kematian pertama didepan mataku
Aku terkesima, cuba untuk tidak percaya
Menidakkan kematian Bonda.

Bonda,
Saat itu aku keliru
Diri dirundung kesedihan
Aku masih lagi dalam ketidakpercayaan
Begitu singkat Bonda
Begitu singkat
Bahkan amat singkat.....

Saat batang tubuh ku disapa tiupan angin menderu,
Saat ku lihat awan berarak mendung
Akhirnya aku sedar pemergian Bonda itu satu kebenaran
Alam seolah-olah mengerti saat itu Bonda
Mengerti kesedihan aku...di petang Jumaat itu.....

Abah,
Aku masih ingat tika aidilfitri itu
Kita menyambut dengan riang
Senyum dan tawa menghiasinya
Namun siapa sangka Abah, ini aidilfitri terakhirku bersama mu

Abah,
Siang dan malam aku berdoa
Memohon kesihatan dan kesembuhanmu
Terduduk aku mendengar perkhabaran duka dari sana
Lemah urat sarafku disaat itu
Lelah aku untuk menerimanya Abah
Hanya airmata yang bisa bicara Abah.

Abah,
Berperang perasaan aku
Bila aku mengambil keputusan menyuruh keluarga
Meneruskan pengebumianmu tanpa aku disana
Hiba membanjiri diriku
Namun aku mengerti Abah
Didikan dan pesananmu padaku
"Utamakan yang lebih utama"
Ya, aku harus mengutamakan dirimu daripada diri ku
Aku redha...

Abah,
Saat itu...
Aku tidak mampu menghantar pemergianmu
Hanya doa dari kejauhan yang mampu aku titipkan buatmu

Abah,
Kini...aku datang
Dibawah langit mendung yang seakan-akan turut berduka
Semilir angin, kemboja dan didepan nisanmu
Aku berteleku berdoa untukmu
Menetes airmataku
Mengenang segala salah dan dosaku padamu
Mengenang kisah kita sekeluarga di rumah usang itu

Bonda dan Abah,
Saat pemergian kalian
Ramai orang riuh bercerita
Tentang amal kebaikan kalian
Aku bersyukur pada Tuhan
Namun aku tahu
Bukan pujian manusia yang kalian dambakan
Aku berdoa moga kalian mendapat tempat disisiNya

Bonda dan Abah,
Sesungguhnya pemergian kalian
Mengajar aku untuk menjadi manusia yang lebih baik
Mengajar aku untuk menjadi lebih dewasa
Aku bersyukur kerna dilahirkan menjadi anak Abah dan Bonda
Semoga kalian mendapat rahmat dari Nya.
Al-Fatihah.

Wrote by : Me



Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat). (Surah Ibrahim : Ayat 41).

Thursday, 5 April 2012

Menangislah buat yang sepatutnya.



Gambar dari incik gugel

Menangislah untuk Dia
Biarkan airmata itu mengalir laju menghapus dosa
Menangislah untuk Baginda
Agar kita bisa diselubungi syafaatnya
Menangislah untuk Ayah Bonda
Kerna sebuah pengharapan syurga diatas Redhanya 
Menangislah wahai kawan
Menangislah wahai teman
Jadikan tangisan kita tangisan berharga...

Tuesday, 11 October 2011

Kisah DIA Ibuku # 1

Aku merengus geram, kalau diikutkan rasa hati  ingin saja aku meraung disitu, biar dia tahu apa yang terbuku disegenap jiwa kecil aku.

"Huh! itu tak boleh, ini tak boleh....Habis apa yang boleh...."

Hati kecil aku terusan mengomel yang bukan-bukan....Pedih terasa, wajahnya ku pandang masam mencuka. Tanda protes yang sudah terzahir pada riak wajah kecil aku. Namun dia tenang melihat kerenah aku, diam tanpa bicara, lagak yang tenang sehingga aku merasa dia tidak memahami perasaan aku yang bergolak didalam sana.

"Arghhhhhhh" Jerit hatiku merusuh.

Esoknya di pagi yang dingin, usai aku mandi ,bersiap dan menyarungkan uniform putih berkain biru gelap tua ditubuh mungil kecil, dia muncul tersenyum manis. Wajahnya tenang namun sarat dengan ketegasan. Tiba-tiba muncul dari segenap ruang tubuhku satu perasaan, menjalar kesegenaap urat pembuluh darahku, perasaan itu,ya perasaan itu.. rasa suam kasih sayang seorang ibu...Ya dia adalah ibuku, ibu yang bila kupandang wajahnya akan hadir seribu ketenangan, ibu yang bisa menghancurkan rusuh perasaan semalam.Aku tersenyum sendiri mengelamun bila melihat ibuku. Kesal kerana hadir dalam diri aku perasaan seperti semalam terhadap ibu.

"Nah, ini duit untuk beli buku tulis semalam" 

Lamunan aku terhenti bila mendengar suara lembut ibu, kulihat ditangannya punya kepingan wang, lantas dihulurkan buatku..Aku terlopong memandang.


"Yang selebihnya beli pensil.Pensil lama tu, dah pendek dah" 
sambung ibu..

Duit bertukar tangan, lantas ibu berlalu ke dapur, senyum itu tidak pernah luput diwajah ibu...Perasaan diri terasa hiba, bila diingat peristiwa semalam.....Ya ibu memahami perasaan aku yang mahu akan buku itu dan ibu lebih faham apa yang berada dalam perasaan aku, bagaimana mungkin aku berperasaan bahawa ibu tidak memahami aku? 

"Wahai ibuku, maafkan keterlanjuran bicara hatiku yang merungut walau tak pernah aku luahkan, namun dikau tetap memahaminya.Maafkan diriku yang kadang-kadang terlepas pandang akan kesusahan dirimu...namun tetap kau bersabar"
Lantas ku menuju kedapur, ku pegang tangan ibu ku salami dan kukucup mesra.Ku pandang wajah ibu...

"...maafkan diriku...Maa..."  
 Getus hati kecilku tanpa ada bicara yang terluah.




p/s : semoga roh mu dicucuri rahmatNYa...setiap memori akan tetap segar diingatan...dan akan ku garap setiap kenangan lampau diruang kecil ini.

Monday, 18 July 2011

Kata Maa #1

Dibalik tenang wajahnya, dia tersenyum meleret....Renungannya penyejuk jiwa dan aku masih ingat akan kata-katanya ;

Friday, 15 July 2011

Kata Abah #2

Masih aku ingat lagi kenangan lalu, bila aku balik dengan kesan luka dan kaki terhincut hincut,wajah Abah tiba tiba terpacul didepan pintu tanpa sebarang kata melihat kearah motornya seketika, kemudian matanya lama tertancap pada aku, serius....

Thursday, 14 July 2011

Kata Abah #1

Satu petang, tika angin bertiup sepoi-sepoi bahasa aku duduk di jurai tangga mengadap ke belakang rumah, merenung pemandangan belakang sambil berimaginasi tentang alam lalu kubuat bait bait puisi dalam diam.Itulah kegemaran aku bila kebosanan. Aku tersenyum dalam kesepian suasana..menikmati…

“ehemm”

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...