Showing posts with label CatatanLuahanRasaKu. Show all posts
Showing posts with label CatatanLuahanRasaKu. Show all posts
Thursday, 30 May 2013
Monday, 28 January 2013
Sebingkis Luahan
Lewat malam sepi ini
Fikiran menerawang jauh
Membuat mata tak bisa lelap
Terkebil-kebil mengharapkan esoknya cerah berpelangi
In Shaa Allah In Shaa Allah In Shaa Allah
Yakinlah diri
Tiap apa yang terjadi ada hikmahnya
Bersabarlah namun usah pasrah
-Me-
Saturday, 19 January 2013
Menjengah
Kembali ku jengah tapak ini
Walau disaluti debu
Walau sepi tak berlagu
Namun ku jengah jua tapak ini
Tapak yang kecil
Yang bisa menyimpan satu sisi diri aku yang tak semua orang tahu
-me-
Monday, 31 December 2012
Masa Itu
Pagi ini,
Aku merenung awan biru
Merasa dinginnya pagi
Menikmati suamnya sinar mentari
Lapang,senang,sarat hangatnya kasih sayang
Alhamdulillah Tuhan
Lalu,
Aku lewati masa yang masih tersisa
Menapak meninggalkan kisah lama
Yang penuh suka duka
Yang bisa menjadi guru buatku disuatu masa
Senyum, Tangis dan Tawa menyulaminya
Namun aku suka
Terima kasih Tuhan atas kurnia
-Wrote by : Me-
Selamat jalan 2012 Selamat menjelang 2013
Semoga tahun mendatang aku menjadi manusia yang lebih baik.
Wednesday, 21 November 2012
Pray for Palaestin
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum
Hello ♥
Di Hujung dunia sana ada satu negeri
Ditiap sudutnya punya darah merah mengalir
Di Hujung dunia sana ada satu negeri
Ditiap sudutnya saudara kita dianiayai
Di Hujung dunia sana ada satu negeri
Hak milik kita bersama
Yang kukira di hujung dunia sana
Memerlukan keprihatinan kita semua...
-Doakan mereka teman-
(-_-) (T_T)
YA ALLAH..SEBAGAIMANA KAU PERNAH MENGHANTAR BURUNG-BURUNG ABABIL MENGHANCURKAN TENTERA BERGAJAH MUSYRIKIN,
MAKA KAMI MEMOHON KEPADA-MU YA ALLAH.. TURUNKANLAH BANTUAN MU KALI INI KEPADA SAUDARA2 KAMI DAN SELAMATKANLAH ORANG-ORANG ISLAM DI BUMI NEGARA PALESTIN,
HANCURKANLAH DAN LAKNATKANLAH REJIM ZIONIS YAHUDI SEDAHSYAT2NYA.
AMIN.
Monday, 24 September 2012
Senyum
![]() |
| Gambar dari Incik Gugel |
Saat aku memejamkan mata disudut ini, kedengaran satu suara halus
yang membahagiakan....
"Hey kamu senyumlah..senyum yang sebenar-benarnya senyum..."
Friday, 21 September 2012
Bicara Hatiku Buat Kalian ♥
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum :)
Hello ♥
![]() |
| Gambar dari Incik Gugel |
Ibu...Abah...boleh aku bertanya..
Khabar mu disana, tersenyumkah kalian melihat aku disini, atau kalian berhiba
Tika ini hatiku berhiba mengingati kalian berdua
Sayu menujah-nujah diriku
Sepi dan rindu memenuhi segenap ruang dalam jiwaku
Ibu...Abah...
Sayu, hiba, dan rindu menjadi lagu setia diriku kini
Namun bicara yang pernah kalian titipkan dalam hidupku
Lebih membuat aku sedar diri
Ya, kata kalian
Bila mana aku merasa keseorangan tidak punya siapa-siapa selain Allah
Maka Allah itu lebih dari mencukupi dari semuanya.....
Terima Kasih wahai Ibu tersayang
Terima Kasih wahai Abah tercinta
Semoga DIA juga mencintai kita
Al-Fatihah
by : Me
Thursday, 20 September 2012
Hati Yang Mengecil
![]() |
| Gambar dari Incik Gugel |
Kadang kala aku keliru dengan perasaan sendiri, adakah aku yang hanyut melayan perasaan atau ada amukan pada emosi dikala ini. Ahh, hati manusia memang sukar difahami, dikitnya begitu, satu saat lainnya begini. Aku tidak suka saat rasa ini menyapa dalam diriku.
SYUHHHH pergi menjauh usah singgah di hati ini. Kalian tidak aku undang.
Menjauhlah, berapa kali harus ku bilang...rasa itu tidak diperlukan...
Kerana aku benci bila aja rasa itu datang hatiku bisa mengecil dengan tiap orang keliling tanpa ada sebarang sebab.
Ya Tuhan
Hanya padamu tempat aku memohon perlindungan.
Wednesday, 19 September 2012
Sayang
Tuhan
Aku lalui batas kehidupan dengan pelbagai warna dan rasa
Tiap suka duka, ku lorek dalam cebisan hati yang masih bersisa
Di kertas wajah itu aku bertatih melakar garis-garis senyum
Agar orang-orang yang ku sayang tetap merasa bahagia
Tuhan
Berikan aku kekuatan
-aku-
Friday, 31 August 2012
Merdekakah Kita
Andai kemerdekaan itu diukur
Dengan acara anak muda terkinja-kinja
Merdeka kah kita?
Andai kemerdekaan itu diukur
Dengan perlakuan songsang di malam 31
Merdeka kah kita?
Andai kemerdekaan itu diukur
Dengan hanya melihat manusia berpeleseran
Merdeka kah kita?
Andai kemerdekaan itu diukur
Dengan hanya laungan dan slogan
Merdekakah kita?
Andai kemerdekaan itu diukur
Dengan melimpah ruah manusia di bukit jalil hanya kerana dipaksa
Maka merdekah kita?
Selamat Hari Kemerdekaan ke 55 ^_^
Dengan acara anak muda terkinja-kinja
Merdeka kah kita?
Andai kemerdekaan itu diukur
Dengan perlakuan songsang di malam 31
Merdeka kah kita?
Andai kemerdekaan itu diukur
Dengan hanya melihat manusia berpeleseran
Merdeka kah kita?
Andai kemerdekaan itu diukur
Dengan hanya laungan dan slogan
Merdekakah kita?
Andai kemerdekaan itu diukur
Dengan melimpah ruah manusia di bukit jalil hanya kerana dipaksa
Maka merdekah kita?
Selamat Hari Kemerdekaan ke 55 ^_^
Thursday, 31 May 2012
Tanahku
Sepi kadang kala menyelimuti hati
Membuat diriku diulit satu perasaan,
Kerinduan pada kampung halaman
Yang menghijau pemandangan
Biarlah apa manusia mahu berkata
Namun di tanah bertuah yang dikatakan miskin dan cela itulah,
Selalu menggamit hati untuk cepat pulang
Bercanda bergurau bersama sanak saudara dan teman
Tanah itu sentiasa mengingatkan aku tentang masa kecil yang riang
Tanah itu menggamit memori yang senang
Disini kadang-kala,
Aku merasa lelah
Dengan kerenah kota
Bersimpang siur penuh sesak
Debu-debu kota, suara riuh kenderaan
Menjadi teman setia (^_^)
Hari ini berbunga hati riang,
Insyaallah kaki ini menginjak tanah yang penuh kedamaian itu.
Doakan aku agar selamat tiba.
Puisi Meraban By : Me (T_T)
(mood : lagu sudirman, balik kampung...hehe)
Sunday, 27 May 2012
Bicaraku buat Tuhan
Di keheningan malam
Hatiku hiba mengenang segala dosa yang dilakukan
Ku akui tiap kelemahan diri ini
Aku insaf dengan kekuranganku
Wahai Tuhan yang Maha Kuasa
Terimalah taubatku, hambaMu yang berdosa
Ya Allah
Air mataku hanya milikMu
Jiwa dan ragaku hanya milikMu
Aku hambaMu yang penuh dengan dosa
Aku kesal dengan kejahilanku
Yang hilang dari jalan menuju redhaMu
Oleh itu ampunilah daku
Tuhan, ku sedar dosaku menggunung
Demikian itu
Dihamparan ini
Ku mohon agar taubatku diterimaMu.
-me-
Sunday, 20 May 2012
Hatiku
Saat diriku di tebak tepat dihati
Aku hanya mampu tersenyum
Sebak menahan empangan air mata
Dalam hati
Aku hanya mampu berdoa
Moga aku dan mereka diampunkan DIA.
Diri pernah dihantui dosa-dosa silam
Lalu mengharap pengampunan dari mu Tuhan
Saban malam menangis mengenang
Apakah taubat ku diterima oleh Mu
Terima kasih Tuhan diatas fursoh yang Kau berikan
Lantaran ia meyedarkan betapa banyak kekhilafan
Tuhan hulurkan maghfirahMu padaku
Kerana aku sadar tanpaMu siapalah aku
Robbana zolamna anfusana wa illam taghfirlana wa tarhamna lanakuuna minal khosirin Robbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina 'azabannar...
amin Wallahhu a'lam...
Aku hanya mampu tersenyum
Sebak menahan empangan air mata
Dalam hati
Aku hanya mampu berdoa
Moga aku dan mereka diampunkan DIA.
Diri pernah dihantui dosa-dosa silam
Lalu mengharap pengampunan dari mu Tuhan
Saban malam menangis mengenang
Apakah taubat ku diterima oleh Mu
Terima kasih Tuhan diatas fursoh yang Kau berikan
Lantaran ia meyedarkan betapa banyak kekhilafan
Tuhan hulurkan maghfirahMu padaku
Kerana aku sadar tanpaMu siapalah aku
Robbana zolamna anfusana wa illam taghfirlana wa tarhamna lanakuuna minal khosirin Robbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina 'azabannar...
amin Wallahhu a'lam...
Quote of The Day
Orang yang suka mengkhianati teman sendiri adalah ibarat binatang yang suka memakan bangkai. Bertambah busuk bangkai bertambah pula seleranya
Monday, 30 April 2012
Memerhati
Aku ada disitu
Di bawah naungan langit
Berawanan putih suci
Di celahan warna hidup di suatu sudut
Melihat, mendengar, dan merasa
Tiap apa yang terjadi
Dari aman kepada gelora
Dan aku masih disitu
Menatap lorong-lorong jalanan
Menyaksi tiap apa yang disaji
Wrote by : Me
p/s : Kalau rajin, nak juga aku coret tiap apa yang berlaku, kejadian2 didepan mata, perasaan melihat dan merasa . Tengoklah kalau rajin...Ermm, nak wat dalam bentuk puisi atau bentuk penulisan lain.
Di bawah naungan langit
Berawanan putih suci
Di celahan warna hidup di suatu sudut
Melihat, mendengar, dan merasa
Tiap apa yang terjadi
Dari aman kepada gelora
Dan aku masih disitu
Menatap lorong-lorong jalanan
Menyaksi tiap apa yang disaji
Wrote by : Me
p/s : Kalau rajin, nak juga aku coret tiap apa yang berlaku, kejadian2 didepan mata, perasaan melihat dan merasa . Tengoklah kalau rajin...Ermm, nak wat dalam bentuk puisi atau bentuk penulisan lain.
Friday, 27 April 2012
Fed Up
![]() |
| (-_-)In the morning i have this challenge for myself...felling fed up... |
Cabaran itu ternyata berbilang
Tak pernah datang sekali lalu terus menghilang
Memang beginilah kehidupan
Tak pernah datang sekali lalu terus menghilang
Memang beginilah kehidupan
Arghhh...ada saja perasaan
Peliharalah aku Tuhan
p/s : Adoyaiii di hari Jumaat ni ada saja yang buat perasaan aku jadi pedup.Sabarr hati sabar diri sabar.
Thursday, 26 April 2012
Fitnah
Barangkali manusia semakin berevolusi
Bisa hidup dalam kahak fitnah ngeri
Ibarat tak punya pancaindera yang berfungsi
Kamu cuba lihat dunia kini
Ia ditabur bak menabur si bunga wangi
Ia dibelai bak belaian pada sang kekasih hati
Ia bukan lagi jengkel dimata manusiawi
Bahkan ia makin disanjung tinggi
Malahan bisa ku cakap ia makin dianuti
Wrote by : Me
Wednesday, 25 April 2012
Persoalan?
Tarik nafas panjang-panjang
Rasakan detakan jantung
Nikmat bukan?
Itulah dinamakan kurniaan Tuhan
Cuba tanya pada diri
Simpang mana yang kita lalui
Ikut kemahuan Ilahi
Atau kemahuan sendiri?
Wrote by : Me
Monday, 23 April 2012
Cerita Di Suatu Hari
Bonda,
Aku masih ingat kejadian itu
Tika kakiku tidak mampu menapak menuju kearah mu
Hanya mata melotot terbungkam
Melihat semua yang sedang berlaku didepan mata
Ingin aku terus berlari menuju kearahmu bonda
Namun aku hanya mampu berdiri disitu
Dengan nafas yang ditahan-tahan
Persoalanan yang memenuhi minda
Sungguh menyesakkan...
Bonda,
Ketahuilah olehmu betapa pedih hatiku
Tika saat itu harus ku lalui jua
Aku tidak berdaya untuk melihatmu
Ketakutan sedang menyiat-nyiat setiap batang tubuhku
Dari kejauhan disaat kau masih melemparkan senyuman
Aku tidak pernah mengetahui bahkan tidak akan tahu
Saat itu Izrail mengambil nyawamu
Bonda pemergianmu, kematian pertama didepan mataku
Aku terkesima, cuba untuk tidak percaya
Menidakkan kematian Bonda.
Bonda,
Saat itu aku keliru
Diri dirundung kesedihan
Aku masih lagi dalam ketidakpercayaan
Begitu singkat Bonda
Begitu singkat
Bahkan amat singkat.....
Saat batang tubuh ku disapa tiupan angin menderu,
Saat ku lihat awan berarak mendung
Akhirnya aku sedar pemergian Bonda itu satu kebenaran
Alam seolah-olah mengerti saat itu Bonda
Mengerti kesedihan aku...di petang Jumaat itu.....
Abah,
Aku masih ingat tika aidilfitri itu
Kita menyambut dengan riang
Senyum dan tawa menghiasinya
Namun siapa sangka Abah, ini aidilfitri terakhirku bersama mu
Abah,
Siang dan malam aku berdoa
Memohon kesihatan dan kesembuhanmu
Terduduk aku mendengar perkhabaran duka dari sana
Lemah urat sarafku disaat itu
Lelah aku untuk menerimanya Abah
Hanya airmata yang bisa bicara Abah.
Abah,
Berperang perasaan aku
Bila aku mengambil keputusan menyuruh keluarga
Meneruskan pengebumianmu tanpa aku disana
Hiba membanjiri diriku
Namun aku mengerti Abah
Didikan dan pesananmu padaku
"Utamakan yang lebih utama"
Ya, aku harus mengutamakan dirimu daripada diri ku
Aku redha...
Abah,
Saat itu...
Aku tidak mampu menghantar pemergianmu
Hanya doa dari kejauhan yang mampu aku titipkan buatmu
Abah,
Kini...aku datang
Dibawah langit mendung yang seakan-akan turut berduka
Semilir angin, kemboja dan didepan nisanmu
Aku berteleku berdoa untukmu
Menetes airmataku
Mengenang segala salah dan dosaku padamu
Mengenang kisah kita sekeluarga di rumah usang itu
Bonda dan Abah,
Saat pemergian kalian
Ramai orang riuh bercerita
Tentang amal kebaikan kalian
Aku bersyukur pada Tuhan
Namun aku tahu
Bukan pujian manusia yang kalian dambakan
Aku berdoa moga kalian mendapat tempat disisiNya
Bonda dan Abah,
Sesungguhnya pemergian kalian
Mengajar aku untuk menjadi manusia yang lebih baik
Mengajar aku untuk menjadi lebih dewasa
Aku bersyukur kerna dilahirkan menjadi anak Abah dan Bonda
Semoga kalian mendapat rahmat dari Nya.
Al-Fatihah.
Wrote by : Me
Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat). (Surah Ibrahim : Ayat 41).
Aku masih ingat kejadian itu
Tika kakiku tidak mampu menapak menuju kearah mu
Hanya mata melotot terbungkam
Melihat semua yang sedang berlaku didepan mata
Ingin aku terus berlari menuju kearahmu bonda
Namun aku hanya mampu berdiri disitu
Dengan nafas yang ditahan-tahan
Persoalanan yang memenuhi minda
Sungguh menyesakkan...
Bonda,
Ketahuilah olehmu betapa pedih hatiku
Tika saat itu harus ku lalui jua
Aku tidak berdaya untuk melihatmu
Ketakutan sedang menyiat-nyiat setiap batang tubuhku
Dari kejauhan disaat kau masih melemparkan senyuman
Aku tidak pernah mengetahui bahkan tidak akan tahu
Saat itu Izrail mengambil nyawamu
Bonda pemergianmu, kematian pertama didepan mataku
Aku terkesima, cuba untuk tidak percaya
Menidakkan kematian Bonda.
Bonda,
Saat itu aku keliru
Diri dirundung kesedihan
Aku masih lagi dalam ketidakpercayaan
Begitu singkat Bonda
Begitu singkat
Bahkan amat singkat.....
Saat batang tubuh ku disapa tiupan angin menderu,
Saat ku lihat awan berarak mendung
Akhirnya aku sedar pemergian Bonda itu satu kebenaran
Alam seolah-olah mengerti saat itu Bonda
Mengerti kesedihan aku...di petang Jumaat itu.....
Abah,
Aku masih ingat tika aidilfitri itu
Kita menyambut dengan riang
Senyum dan tawa menghiasinya
Namun siapa sangka Abah, ini aidilfitri terakhirku bersama mu
Abah,
Siang dan malam aku berdoa
Memohon kesihatan dan kesembuhanmu
Terduduk aku mendengar perkhabaran duka dari sana
Lemah urat sarafku disaat itu
Lelah aku untuk menerimanya Abah
Hanya airmata yang bisa bicara Abah.
Abah,
Berperang perasaan aku
Bila aku mengambil keputusan menyuruh keluarga
Meneruskan pengebumianmu tanpa aku disana
Hiba membanjiri diriku
Namun aku mengerti Abah
Didikan dan pesananmu padaku
"Utamakan yang lebih utama"
Ya, aku harus mengutamakan dirimu daripada diri ku
Aku redha...
Abah,
Saat itu...
Aku tidak mampu menghantar pemergianmu
Hanya doa dari kejauhan yang mampu aku titipkan buatmu
Abah,
Kini...aku datang
Dibawah langit mendung yang seakan-akan turut berduka
Semilir angin, kemboja dan didepan nisanmu
Aku berteleku berdoa untukmu
Menetes airmataku
Mengenang segala salah dan dosaku padamu
Mengenang kisah kita sekeluarga di rumah usang itu
Bonda dan Abah,
Saat pemergian kalian
Ramai orang riuh bercerita
Tentang amal kebaikan kalian
Aku bersyukur pada Tuhan
Namun aku tahu
Bukan pujian manusia yang kalian dambakan
Aku berdoa moga kalian mendapat tempat disisiNya
Bonda dan Abah,
Sesungguhnya pemergian kalian
Mengajar aku untuk menjadi manusia yang lebih baik
Mengajar aku untuk menjadi lebih dewasa
Aku bersyukur kerna dilahirkan menjadi anak Abah dan Bonda
Semoga kalian mendapat rahmat dari Nya.
Al-Fatihah.
Wrote by : Me
Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat). (Surah Ibrahim : Ayat 41).
Thursday, 19 April 2012
Cerita Tentang Kebejatan
Dalam pekat malam
Ada gerombolan mendobrak pintu
Mereka datang mencampakkan kebejatan
Ke lantai bumi yang makin usang
Menyerang dari belakang
Ibarat si kecut yang mau jadi jagooan
Gerombolan ini pelik
Bahkan kelihatan jelik, kerna
Mereka benci perjuangan orang
Namun bangga dengan kebejatan sendiri
wrote by : me
Subscribe to:
Posts (Atom)








